PPK Ormawa HIMATIK-PNUP · Desa Kanrung, Sinjai

Smart Clove-Dryer

Transformasi digital pascapanen cengkeh berbasis IoT dan sistem traceability, menuju Desa Kanrung yang mandiri teknologi.

IoT Suhu Otomatis 40–50°C
Grade A Kadar Air ≤12%
Digi-Clove Traceability Digital

Masalah

Pascapanen cengkeh masih bergantung sepenuhnya pada cara tradisional

Desa Kanrung, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, menyimpan potensi agraris besar — 331 hektar lahan perkebunan dengan cengkeh sebagai komoditas primadona di kawasan perbukitan 130–500 mdpl. Namun hasil survei, observasi, dan FGD bersama Pemerintah Desa Kanrung dan Kelompok Tani Mattaju pada 10 Februari 2026 menunjukkan proses pengeringan cengkeh masih sepenuhnya mengandalkan sinar matahari — rentan gagal saat musim panen bertepatan dengan curah hujan tinggi, memicu tumbuhnya jamur Aspergillus sp. dan menjatuhkan mutu hasil panen.

Rp25–35rb

per kg saat ini

Jauh dari harga jual mutu Grade A yang mampu menembus Rp110–125rb/kg di pasaran.

↓ ~20%

Penurunan kadar eugenol akibat penjemuran tak terkontrol

5–7 hari

Waktu penjemuran manual, bergantung penuh pada cuaca

Solusi

Smart Clove-Dryer & Kanrung Digi-Clove

Smart Clove-Dryer

Mesin pengering cengkeh berbasis IoT dengan sistem Rotary Dryer (silinder putar) bermaterial food-grade stainless steel 304. Dilengkapi sirip pengaduk, AC Gear Motor, dan blower sentrifugal berpemanas tubular untuk distribusi panas merata, serta microcontroller ESP32 yang menjaga suhu otomatis stabil di 40°C–50°C secara nonstop 24 jam.

  • Efisiensi waktu 60–70% dibanding penjemuran manual
  • Konsisten mengejar mutu Grade A (kadar air ≤12%)

Kanrung Digi-Clove

Aplikasi mobile bersistem One-Tap Operation dengan visualisasi indikator warna intuitif (Hijau/Merah) — dirancang inklusif untuk petani dengan literasi digital dasar. Berfungsi ganda sebagai dashboard remote monitoring suhu & waktu, sekaligus pencetak sertifikat mutu digital.

Status Mesin Aktif
Suhu: 45°C Grade A · 92%
  • Pantau mesin dari jarak jauh sembari beraktivitas lain
  • Rekam jejak mutu memperkuat posisi tawar harga ke pengepul

Dampak

Dampak yang Ditargetkan

Perbandingan kondisi sasaran sebelum dan sesudah program, sesuai indikator keberhasilan yang disepakati bersama Pemdes Kanrung dan Kelompok Tani Mattaju.

Waktu Pengeringan

5–7 hari, tergantung cuaca

18–24 jam nonstop

Efisiensi waktu 60–70%, suhu stabil 40°C–50°C

Harga Jual Cengkeh

Rp25.000–35.000/kg

Rp110rb–125rb/kg

Proyeksi harga mutu Grade A berbekal traceability digital

Mutu Cengkeh

Sering berjamur, Grade C/D

Konsisten Grade A

Kadar air ≤12%, warna cokelat kemerahan mengkilap

Roadmap

Perjalanan Program 2026–2028

2026

Inisiasi Digital

Instalasi unit Smart Clove-Dryer dan peluncuran aplikasi Kanrung Digi-Clove, standarisasi mutu Grade A, serta pembentukan 3 kader Duta Digital.

2027

Ekspansi Ekonomi

Optimalisasi alat untuk multi-komoditas (padi, merica, pala) dan integrasi rantai pasok ke pengepul besar demi efisiensi pascapanen hingga 50%.

2028

Kemandirian Operasional

Pengelolaan alat bertransformasi menjadi Unit Usaha Desa di bawah BUMDes, menjadikan Kanrung Pusat Percontohan Smart Farming berbasis IoT di Sulawesi Selatan.

Kolaborasi

Dukungan & Mitra Program

Program ini dijalankan lewat sinergi lintas sektoral, dari pelaksana teknis hingga pendamping kebijakan tingkat kabupaten.

HIMATIK-PNUP

Politeknik Negeri Ujung Pandang — pelaksana teknis program

Pemerintah Desa Kanrung

Fasilitasi lahan, listrik, dan regulasi pendukung

Kelompok Tani Mattaju

Mitra sasaran & pengelola operasional alat

BUMDes Kanrung

Pengelola unit usaha pascaprogram

PPL Kec. Sinjai Tengah

Pendampingan standar mutu panen

Dinas Pertanian & Koperasi-UKM Kab. Sinjai

Legalitas, akses modal, dan integrasi pasar