← Kembali ke Berita
Penutupan

Pemkab Sinjai Serahkan Teknologi Pengering Cengkeh Berbasis IoT di Desa Kanrung

09 October 2026

Sinjai - Mewakili Bupati Sinjai, Staf Ahli Bidang Sosial dan Sumber Daya Manusia (SDM), H. Sofwan Sabirin, menghadiri penutupan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) sekaligus menyerahkan unit Smart Clove-Dryer dan Aplikasi Kanrung Digi-Clove kepada BUMDes Desa Kanrung, Kecamatan Sinjai Tengah, Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Kanrung. Dalam kesempatan tersebut, Sofwan menyampaikan apresiasi kepada civitas akademika Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), khususnya tim pelaksana dan relawan PPK Ormawa HIMATIK-PNUP, atas inovasi teknologi yang dihadirkan untuk mendukung pengembangan potensi desa.


“Atas nama Pemkab Sinjai, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada segenap civitas akademika PNUP, khususnya Tim Pelaksana dan Volunteer PPK Ormawa HIMATIK-PNUP, yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pemikiran untuk membangun Desa Kanrung melalui program ini,” ujar Sofwan saat dikonfirmasi rri.co.id, Jumat, 09 Oktober 2026.


Ia menjelaskan, cengkeh merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Sinjai. Berdasarkan data BPS, produksi cengkeh Sinjai mencapai 5.626 ton pada 2022 dan 5.241 ton pada 2023. Namun, petani masih menghadapi kendala dalam proses pascapanen, terutama pengeringan secara konvensional yang bergantung pada cuaca dan berisiko menurunkan kualitas cengkeh akibat pertumbuhan jamur.


Menurut Sofwan, kehadiran Smart Clove-Dryer berbasis sensor Internet of Things (IoT) menjadi solusi untuk mengatasi persoalan tersebut. Mesin ini mampu memangkas waktu pengeringan dari sekitar 3–5 hari menjadi 18–24 jam dengan suhu stabil 40–50 derajat Celsius. “Dengan demikian, kehadiran Unit Smart Clove-Dryer yang hari ini kita serahkan kepada BUMDes Desa Kanrung merupakan jawaban konkret atas persoalan tersebut,” jelasnya.


Selain mesin pengering, Tim HIMATIK-PNUP juga menyerahkan Aplikasi Kanrung Digi-Clove untuk membantu pencatatan hasil panen dan mendukung sistem traceability atau ketertelusuran produk. Teknologi ini diharapkan memudahkan pelacakan asal-usul serta kualitas cengkeh mulai dari kebun hingga pasar, sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan hasil pertanian.


Sofwan berharap, pemanfaatan kedua inovasi tersebut dapat meningkatkan produktivitas, menjaga mutu hasil panen, serta mendongkrak nilai jual cengkeh. “Harapan kita, inovasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani cengkeh di Desa Kanrung, serta menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas, kualitas hasil pertanian, dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.


Penyerahan Smart Clove-Dryer dan Aplikasi Kanrung Digi-Clove diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi digital sektor pertanian di Kabupaten Sinjai. Pemerintah juga berharap BUMDes Desa Kanrung dapat mengelola dan memanfaatkan teknologi tersebut secara berkelanjutan guna memperkuat kemandirian desa serta meningkatkan kesejahteraan petani cengkeh.



Baca Selengkapnya : https://rri.co.id/bone/regional/2798503/pemkab-sinjai-serahkan-teknologi-pengering-cengkeh-berbasis-iot-di-desa-kanrung