← Kembali ke Berita
Pelatihan

Smart Clove-Dryer hingga Google Lens dari Politeknik Negeri Ujung Pandang

02 September 2026

Ujung Pandang - Petani cengkeh di Desa Kanrung, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, mulai memanfaatkan teknologi digital untuk menjawab berbagai tantangan pertanian, mulai dari pengeringan hasil panen hingga mengenali hama dan penyakit tanaman. Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026, Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika dan Komputer Politeknik Negeri Ujung Pandang (HIMATIK-PNUP) mendampingi kelompok tani dengan memperkenalkan Smart Clove-Dryer, Kanrung Digi-Clove, Google Lens, dan Plantix.


Pendampingan dilakukan melalui kegiatan bimbingan teknologi yang melibatkan Dosen Pendamping PPK Ormawa 2026 HIMATIK-PNUP, Mardawia Mabe Parenreng, S.ST., M.T., bersama tim pelaksana dan volunteer PPK Ormawa. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Desa Kanrung, Muhammad Amir Abdullah, PPL Desa Kanrung, serta perwakilan kelompok tani dari sejumlah wilayah. Pelatihan dikemas secara praktis agar teknologi yang diperkenalkan tidak sekadar dipahami, tetapi dapat langsung digunakan untuk mendukung aktivitas pertanian.


Salah satu teknologi yang menjadi perhatian petani adalah Smart Clove-Dryer, mesin pengering cengkeh otomatis yang dirancang untuk membantu mengatasi kendala pengeringan, terutama ketika cuaca tidak mendukung. Petani mendapatkan pendampingan dalam pengoperasian sekaligus perawatan alat, sehingga teknologi tersebut diharapkan dapat digunakan secara berkelanjutan. Kehadiran mesin ini juga membuka peluang bagi petani untuk membuat proses pengeringan lebih efektif dan mengurangi ketergantungan terhadap kondisi cuaca.


Tak hanya pada proses pascapanen, HIMATIK-PNUP juga mengenalkan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan hasil dan pemeliharaan tanaman. Kanrung

Digi-Clove diperkenalkan untuk membantu petani mencatat hasil panen secara lebih tertib, sedangkan Google Lens dapat dimanfaatkan untuk memperoleh informasi berdasarkan gambar. Sementara itu, aplikasi Plantix dikenalkan sebagai alternatif untuk membantu petani melakukan identifikasi awal terhadap gejala hama dan penyakit tanaman melalui smartphone.


Bagi petani, pendampingan tersebut memberikan pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan di lapangan. Salah satu perwakilan kelompok tani, Ibrahim, mengaku terbantu, terutama dalam menghadapi persoalan pengeringan dan mengenali gangguan pada tanaman.


“Pelatihan ini sangat membantu kami, terutama dalam mengatasi kendala pengeringan saat cuaca mendung dan mengenali hama tanaman lebih cepat menggunakan aplikasi di smartphone. Kami merasa sangat terbantu dengan kehadiran inovasi dari adik-adik mahasiswa,” ujarnya.


Kepala Desa Kanrung, Muhammad Amir Abdullah, mengapresiasi pendampingan yang dilakukan HIMATIK-PNUP. Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa teknologi, tetapi juga memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat membantu masyarakat meningkatkan produktivitas. Program ini juga memperkuat peran Duta Digital Desa Kanrung sebagai penggerak literasi digital lokal agar pengetahuan yang telah diperoleh dapat terus dikembangkan dan dibagikan kepada masyarakat.


Bagi HIMATIK-PNUP, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan kompetensi teknologi informasi dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat. Hingga program PPK Ormawa 2026 berlangsung sampai Oktober mendatang, pendampingan akan terus diarahkan untuk mendorong pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan. Bagi PNUP, kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen pendidikan vokasi untuk menghadirkan ilmu dan inovasi yang tidak berhenti di ruang kelas, tetapi mampu meningkatkan literasi digital, mendukung produktivitas petani, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Kanrung.


Baca Selengkapnya: https://dikti.kemdiktisaintek.go.id/publikasi/berita/smart-clove-dryer-hingga-google-lens-dari-politeknik-negeri-ujung-pandang